Kamis, 29 Desember 2016

MAKNA MINAL AIDIN WAL FAIZIN



Minal Aidin Wal Faizin harapan dan doa yang diucapkan kepada sanak keluarga pada saat Idul Fitri tiba hari kemenangan setelah sebulan full berpuasa yang diakhiri dengan melaksanakan sholah Idul Fitri.
Minal Aidin berarti semoga kita termasuk orang-orang yang kembali, maksudnya kembali dengan firahnya yaitu asal kejadian, kesucian, atau agama yang benar. Setelah mengasah dan mengasuh jiwa dalam berpuasa sebulan full orang muslim dapat kembali ke asal kejadiannya dan akan menemukan jati diri yaitu kembali ke yang suci sebagaimana ketika baru dilahirkan serta akan kembali untuk mengamalkan ajaran agama yang benar. Karena menuntut untuk keserasian hubungan dengan sesame manusia, lingkungan dan alam.
Sementara Al-Faizin diambil dari kata Fawz yang berarti keberuntungan sebagai keberuntungan yang besifat material. Dalam QS An-Nisa 73 “Pengampunan dan ke Ridhaan Allah serta kebahagiaan surgawi”jadi harapan dan doa yaitu semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh ampunan dan ridha Allah SWT sehingga kita semua mendapatkan kenikmatan surganya kelak diakhirat nanti. Jadi kita sebagai umat yang bertakwa kepada Allah harus saling berlapang dada untuk mengulurkan tangan dan saling mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin semoga kita dapat kembali untuk menemukan jati diri kita dan semoga kita bersama memperoleh ampunannya, ridha dan kenikmatan surgawi.

Sumber: Lentera Hati  Kisah dan Hikmah Kehidupan
              Diterbitkan oleh Penerbit Mizan Anggota IKAPI

DIAM ITU EMAS



Peribahasa diam itu emas tidak hanya dikenal dinegara Indonesia atau Inggirs. Tanpa disadari darimana asal muasal peribahasa tersebut yang jelas makna yang ditujunya itu sejalan dnegan tuntunan agama. Karena petunjuk agama yang mendorong supaya sebagai umat yang mukmin selalu menimbangkan apa yang diucapkan sesuai dengan perintah Allah “Tidak ada suatu yang diucapkan seseorang melainkan ada didekatnya pengawas yang selalu hadir” QS Kaf 18.
Pembicaraan dalam bahasa Al-quran dimaknai kalam dari akar katanya yang sama dibentuk pula kata yang berarti luka supaya menjadikan peringatan bahwa kalam juga dapat melukai. Disebabkannya luka yang diakibatkan oleh lidah seseorang bisa lebih parah daripada yang diakibatkan oleh pisau. Maka kita hendaknya menjaga lisan kita selama didunia untuk selalu berhati-hati, memikirkan dan merenungkan apa yang akan kita ucapkan. Untuk apa diri kita menawan akan tetapi apa yang kita ucapkan saja akan menjadikan tawanan. Terkadang juga dalam suatu pembicaraan yang sepintas berkaitan dnegan agama yang tidak merestui. Ketika pertanyaan apakah kamu berpuasa? Menjawab iya maka jawaban itu riya dan pamrih. Apabila menjawab tidak sedangkan diri kita berpuasa kita telah berbohong. Maka dari itu diam tidak menjawab dapat dinilai angkuh dan bila menjawab secara diplomatis maka paling tidak dipaksa untuk memeras keringat pikiran gunanya untuk menyusun redaksi yang sangat tepat.
Jadi dalam tuntunan agama saja jangankan berbicara dalam bentuk menguraikan pendapat berbicara dalam bentuk bertanya sekalipun diingatkan supaya tida sembarangan “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kamu maka hal itu akan menyusahkanmu” QS Al Maidah 101. Maka dari itu dalam uraian agama yang sewajarnya tidak perlu diucapkan sebagaimana tidak sedikit pembicaraan dan pertanyaan yang sewajarnya tidak atau belum perlu untuk diajukan.

MAKNA RAMADHAN



Ramadhan yang terambil dari akar kata yang berarti membakar atau mengasah yang dimana karena pada bulan penuh berkah ini dosa-dosa manusia pupus, habis terbakar akibat kesadaran dan amal shalehnya. Berpuasa selama sebulan full usaha manusia yang sekuat-kuatnya semampu-mampunya dalam menahan rasa lapar dan haus seharian dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Karena hakikatnya berpuasa ini benih-benih yang ditaburkan untuk mengantarkan kepada bersikap dan bersifat dengan sikap dan sifat Allah SWT  supaya menghiasi mewarnai tingkah laku serta cara berpikir diri pribadi. Kewajiban berpuasa ini dibebankan oleh Allah SWT akan tetapi manusia akan mewajibkan dengan kehendaknya yang menyadari sangat banyak manfaat dibalik selama menjalankan puasa selama sebulan full ini. Puasa menahan diri untuk tidak makan dan minum ada juga yang melaksanakannya demi kesehatan dan kelangsingan tubuhdan memanfaatkan untuk membersihkan jiwa membebaskan diri dari segala dosa dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setiap tekad pada diri manusia yang disertai dengan kesadaran hanya akan membuahkan sikap keras kepala sedangkan tidak terpenuhinya ketenangan yang akan membawa kecemasan dan kegelisahan. Peranan dalam berpuasa inilah yang akan membina mutu dan kualitas manusia dan masyarakat untuk menghadapi kebutuhan masa kini dan masa depan untuk kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi selama hidup maupun untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan didunia. Maka dari itu, puasa juga dibutuhkan oleh manusia kaya atau miskin, pandai atau bodoh dalam kedudukannya sebagai pribadi demi memelihara diri. Puasa juga telah ditetapkan dalam Al-Qur’an telah diwajibkan oleh Allah maupun atas kesadaran manusia “Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat sebelum kamu agar kamu dapat bertakwa” QS Al-baqarah 183”.

KISAH TELADAN NABI MUHAMMAD SAW



GARIS KETURUNAN
Muhammad adalah putra Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qusyai bin Kilab bin Murrah bin Kaab bin Luay bin Ghalib bin Malik bin An Nadhr bin Kinanah bin Khuizamah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazar bin Ma’ad bin Adnan dan masih mempunyai jalur keturunan dengan Nabi Ibrahim.
KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW
Beliau dilahirkan pada hari senin tang 12 Robiul Awal tahun gajah karena bertempatan dengan tentara Abrahah yang ingin menghancurkan Ka’bah dengan kendaraan gajah, kira-kira sekitar tahun 570 masehi. Nabi Muhammad lahir dari seorang ibu yang bernama Aminah dan ayahnya bernama Abdullah yang telah meninggal dunia ketika Nabi Muhammad masih dalam kandungan ibunya.
WANITA-WANITA YANG MENYUSUI NABI MUHAMMAD SAW
Ketika Nabi Muhammad menginjak usia 3 tahun dalam asuhan Halimah as Sa’diyah Muhammad didatangi oleh dua orang laki-laki yang berpakaian serba putih lalu membedah dada Muhammad lalu mengeluarkan hati dan dibersihkan dari segala kejahatan dan perbuatan buruk serta dadanya juga dipenuhi dengan hikmah dan ilmu.
KEHIDUPAN NABI MUHAMMAD SAW
Nabi Muhammad SAW lahir dalam keadaan yatim Nabi Muhammad yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari ayahnya karena ayahnya meninggal dunia ketika Nabi Muhammad masih dalam kandungan ibunya. Ketika masih kecil Muhammad diasuh oleh seorang wanita sholeh yang bernama Halimatus as Sa’diyah sampai usia Nabi Muhammad 4 tahun beranjak usia 6 tahun Nabi Muhammad menjadi yatim piatu karena ditinggal ibunya meninggal dunia. Setelah ibunya meninggal Nabi Muhammad disuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Mutholib yang sangat menyayangi dan mencintai Nabi Muhammad. Setelah usia 8 tahun Nabi Muhammad diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Tholib karena kakeknya juga meninggal dunia. Usia 25 tahun Nabi Muhammad menikah dengan saudagar kaya yang berusia 40 tahun yang bernama Siti Khadijah usia 40 tahun Nabi Muhammad mendapatkan wahyu dari Allah sebagai tanda kenabian dan kerasulannya yang bertempat di Gua Hira. Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kalinya pada tanggal 17 Ramadhan 6 Agustus 610 Masehi dan melakukan kontemplasi atau berkholawat di Gua Hira lalu datanglah Malaikat Jibril yang membawakan wahyu dari Allah untuk yang pertama kalinya “Iqro Bismi Robbikal Ladzi Kholaq” dan Nabi Muhammad menjawab “Ma Ana Bi Qori’in” berulang-ulang kali Nabi Muhammad menyampaikan sampai akhir Surat Al-Alaq 1-5.
Jadi kehidupan Nabi Muhammad begitu sedih sepanjang hidupannya dimasa beliau kecil yang selalu ditinggal oleh orang-orang yang disayanginya disaat beliau membutuhkan kasih sayang dari orang tua Nabi Muhammad sangat tegar dalam menghadapi cobaan selama hidupnya beliau tidak pernah mengeluh dan beliau selalu tegar selama menjalani kehidupan yang telah menjadi yatim piatu. Setelah Nabi Muhammad menikah dikaruniai enam orang anak yaitu dua putra dan empat putri: Qosim, Abdullah, Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum dan Fatimah Azzahra dan yang kedua puteranya tersebut meninggal dunia saat kecil.
KARUNIA BESAR UNTUK NABI MUHAMMAD SAW
Ketika Nabi Muhammad diutus oleh Allah manusia dialam dalam jahiliyah yang dimana mereka banyak melakukan pembunuhan, perampokan, perkosaan dan mereka semua menyembah kepada berhala. Bagi Nabi Muhammad karunia yang besar untuk membimbing kaumnya dari zaman kegelapan menuju jalan yang terang benderang seperti saat ini. Beberpa ayat Al-qur’an yang menceritakan kepada kita tentang anugerah yang besar atas orang mukmin:
1.     Surat Ali Imran ayat 164 “Sesungguhnya Allah telah memberikan karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah yang membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah dan sesungguhnya sebelum (Kedatangan Nabi) mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
2.    Surat Al Anbiya ayat 107 “Dan tiadalah kami mengutuskan kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”
3.    Surat At Taubah ayat 128 “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kamu sendiri, berat terasa oleh penderitaan sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang yang beriman.

PENULISAN LAPORAN ILMIAH DENGAN BAIK



Sebuah penelitian akan menjadikan penelitian ilmiah apabila hasilnya ditulis dalam bentuk laporan ilmiah. Penulisan laporan ilmiah perlu dilakukan sebagai media komunikasi anatar saintis dan pihak lainnya sebelum menulis ilmiahsaintis terlebih dulu harus membuat kerangka tulisannya. Berikut penulisan ilmiah terdiri dari beberapabagian yaitu bagian awal, bagian tubuh dan bagian akhir:
1.     Bab I Pendahuluan
Pada bab ini menjelaskan tentang latar belakang masalah dan tujuan penelitian latar belakang masalah berisi informasi tentang suatu masalah penelitian, serta alasan pentingnya penelitan itu dilakukan. Tujuan penelitian adalah pertanyaan tentang sesuatu yang ingin diketahui.
2.    Bab II Landasan Teori
Pada bab ini dijelaskan tentang teori-teori yang digunakan untuk mendukung proses penelitian hanya saja teori yang relevan yang ditulis dibab ini.
3.    Bab III Metodologi Penelitian
Pada bab ini dijelaskan tentang objek penellitian alat ukur penelitian teknik pengambilan data dan cara menganalisis data. Objek penelitian menjelaskan tentang apa yang telah menjadikan objek penelitian di bab ini saintis juga menjelaskan teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner tergantung pada kebutuhan penelitian untuk dapat mengolah data selain itu adanya landasan teori diperlukan alat ukur.
4.    Bab IV Analisis dan Hasil Penelitian
Bab ini saintis menejlaskan tentang gambaran data analisis data dan hasil penelitian misalnya dalam bentuk tabel atau diagram data yang diperoleh untuk dianalisis. Mutunya dari suatu penelitian dapat dilihat dari berbagai aspek antara lain tujuan penelitian, kedalaman, keluasan dan ketajaman analisis. Seluruh hasil dikumpulkan dengan analisis interpretasi yang akan menghasilkan beberapa informasi baru yang sasarannya saat mencari jawaban atas permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya.
5.    Bab V Kesimpulan dan Saran
Dibab ini perlu dibuat hasil kesimpulan yang berupa ringkasan dari hasil penelitian maupun jawaban atas rumusan yang telah ditetapkan pada bagian awal penelitian.

Sumber: Yudhistira, Bambang Ruwanto. Fisika